Friday, July 31, 2009

5. SIKAP BERTINDAK DALAM PELAYANAN-PELEPASAN

Banyak kejadian di mana hamba Tuhan salah tingkah dalam melakukan pelayanan pelepasan. Sebagai contoh adalah pengalaman penulis ketika, seusai ceramah tentang kuasa kegelapan di dalam sebuah Gereja, seorang pemudi minta didoakan pelepasan.

***Minggu sebelumnya, pemudi ini sudah beroleh Baptisan-selam sesuai anutan disana. Penulis mengajak dia berdoa, mengundang Kuasa Yesus dan dia mulai kesurupan. Roh-roh jahat merasuk di ganti-berganti. Dengan teknik berperkara dan memuji Tuhan Yesus, tujuh roh jahat sudah keluar dan kalah. Waktu roh yang kedelapan merasuk, Gembala Sidang di Gereja ini, yang sejak tadi menjadi penonton yang baik, kehilangan kesabarannya. Ia campur tangan, menyela penulis sambil mengatakan, "Kami juga biasa menghadapi hal semacam ini", lalu mendekati yang kesurupan dan menerpa jidat pemudi itu dengan telapak tangannya secara keras. Saya ingatkan dia bahwa kekerasan fisik tidak berlaku di dalam pelayanan pelepasan, lalu mengundurkan diri, duduk dan berdoa bagi saudara saya, yang Gembala Sidang itu.

Bagaimana hasilnya? Hampir setengah jam berlalu dan roh-jahat nomor-8 ini tetap bandel, tidak mau keluar. Analisa penulis (dengan pengertian mekanisme peperangan rohani) mengatakan bahwa sikap tidak sabar dan penggunaan kekerasan fisik mengakibatkan Gembala Jemaat tadi kehilangan status 'anak Tuhan', berarti tidak layak memanfaatkan Kuasa Yesus, sehingga si setan tenang-tenang saja mengejek pelayanan itu. Dengan setengah bingung, Gembala tadi mendekati penulis, lalu meminta saya menruskan pelayanan itu. Hanya lima menit untuk berpekara dengan setan no.8, ia kalah perkara dan pergi meninggalkan pemudi itu. Begitulah acara tadi berlangsung sampai l.k. 16-setan diusir pergi oleh Kuasa Yesus pada malam itu.***

Sekarang, bagaiman sikap yang benar didalam pelayanan pelepasan? Di bawah inilah motto kunci sukses didalam pelayanan pelepasan (dan bagi semua jenis pelayanan lainnya):

TIRU HATI TUHAN YESUS, JANGAN TIRU SIKAP PENGUASANYA.

*** IZINKAN PENULIS MENYAJIKAN CONTOH LAIN. Seorang wanita, ibu Ds. semasa masih di Amerika Serikat pernah dilayani oleh seorang rohaniwan, yang tidak jelas warna rohaninya. Ia menghembusi ibu Ds. dan berkata: "Terimalah Roh Kudus", [meniru Yoh.20:22] Seolah-olah memberikan baptisan Roh Yesus. Ibu Ds menerimanya dengan sukacita, namun beberapa tahun kemudian, sekembalinya ke Indonesia, karena merasa masih banyak gangguan-gangguan kuasa gelap, minta pelayanan pribadi dari isteri saya. Ternyata, yang mengganggu dia adalah roh-roh jahat yang dari masa remajanya (sebelum ke Amerika Serikat), antara lain dari batu mestika dan dari kebiasaan bermeditasi mengosongkan diri (tentu saja langsung dimasuki roh-roh jahat). ***

Dari kedua contoh diatas, dapat ditarik kesimpulan:

  • Baptisan-air tidak membebaskan seseorang dari ikatan-ikatan Iblis. Ikatan ini harus diputuskan, dan cara yang paling efektif adalah dengan menunjuk ikatan itu (yakni mengakui perzinahan-rohani), minta ampun serta memohon agar Kuasa Yesus membebaskan serta mengusir setan yang masuk dan bersembunyi didalam pribadinya. Bukankah Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan: "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh TUHAN, maka sesungguhnya Kerajaan Sorga sudah datang kepadamu" [Mat.12:28]? Tinggal lagi anda mau masuk Kerajaan Sorga itu atau tidak? Adalah pengalaman penulis juga, bahkan upacara pentahbisan Pendeta tidak mencopot ikatan Iblis semacam itu (Tuhan Yesus pernah memakai penulis, melayani seorang Pendeta yang sudah beroleh pentahbisan, dan roh jahat yang dikeluarkan dari dirinya adalah roh-ilmu-terbang, warisan leluhur yang dipelajarinya semasa remaja!)
  • Akan membawa kesulitan bagi kita, hamba-hamba Tuhan, kalau berani-berani meniru sikap penguasa Tuhan Yesus memang penguasa tertinggi, jadi ia berhak bersikap demikian! [Luk.17:10], hanya boleh melakukan apa yang harus kita lakukan! Melebihi hal itu berarti dosa: DOSA TIDAK PATUH! Seperti halnya Adam & Hawa, barangkali kita tidak melanggar satupun 10-Hukum Tuhan, tetapi, seperti Adam dan Hawa, kita mungkin berdosa, Dosa tidak patuh! Sekali lagi, jangan tiru sikap Penguasa yang ditunjukkan Tuhan Yesus; yang boleh (dan harus!) kita miliki adalah HATI YESUS!

Pasal-pasal berikut menyajikan uraian tentang sikap yang benar didalam memberi pelayanan pelepasan.

5.1. SIKAP: RAMAH, TENANG, LEMBUT

Ketiga sikap diatas penting didalam berbicara dan berperkara dengan setan. Setidak-tidaknya kita akan terhindar dari seretan emosi (amarah), yang mengakibatkan kehilangan status 'anak Tuhan' [Mat.5:21,22,45]. Tetapi di dalam mengambil keputusan, kita harus tegas dan jangan mau ditawar-tawar oleh setan. Hayatilah bahwa kita beroleh dukungan penuh oleh Kuasa Yesus!

5.2. SIKAP: RENDAH HATI

Sifat yang sangat penting ini perlu ditiru dari Yohanes Pembaptis yang mengatakan: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" [Yoh.3:30]. Pembebasan seseorang dari cengkeraman Iblis bukan prestasi kita, tetapi karya Roh Yesus (sekali lagi: [Luk.17:10]). Namun janganlah hal ini membuat kita lemah dalam berurusan dengan roh-jahat! Jangan mengalah kepada roh-roh jahat!

5.3. KELEMBUTAN HATI & BELAS KASIHAN

Di dalam memberikan pelayanan-pelepasan, kedua sifat ini sangat dituntut. Kita harus mewarisinya dari Tuhan Yesus. Kekerasan, hardikan dan bentakan tak berguna. Setan tidak bisa digertak dengan kekautan fisik! Hal-hal ini malah merugikan pelayanan. Jangan menganggap orang kesurupan tidak sadar total! Keadaan orang kesurupan adalah sdar-taksadar-sadar berganti-ganti. Pergantian dapat terjadi setiap saat! Adakalanya ia sadar untuk setengah detik saja. Bayangkan bagaimana perasaan anda yang bangun dari tidur untuk dua detik dan mendengar hardikan-hardikan yang ditujukan kepada anda! Atau colokan-colokan kasar dan menyakitkan. Begitulah perasaan seorang yang kesurupan. Akibatnya, ia jera, menolak pelayanan lanjutan. Tidak mau lagi bertemu dengan hamba Tuhan tsb.! Dan pelayanan anda tumpul. Tirulah Tuhan Yesus; Yesus hanya menghardik setan yang terlalu keras kepala, atau demi mempertunjukkan Kuasa Yesus!

5.4. SEKALI LAGI: BELAS KASIHAN

Tuhan Yesus berulangkali menekankan belas kasihan ini [Mat.9:13;12:7, dll.], memperdalam pengajaran Kasih! Belas kasihanmu memituangi Tuhan [Ams.19:17]. Bila kita berbelas kasihan kepada si pasien, berarti memituangi Tuhan, maka kita boleh menagih (berperkara) supaya Tuhan membayar hutang itu, lalu minta pembayaran dari Tuhan berbentuk membebaskan 'Pasien'. Pelayanan akan jauh lebih mudah sebab belas-kasihan Tuhan Yesus sudah ikut campur secara langsung!

5.5. SABAR DAN TEKUN

Keduanya penting agar mencapai hasil yang bagus. Pelayanan-pelepasan dapat berlangsung 1 atau 2 jam, boleh jadi berhari-hari, bahkan melebihi 40-hari (dalam hal ini: perlu team pelayanan dibantu oleh team doa yang tekun). Ingatlah selalu, modal kita hanyalah kekudusan, ketekunan, dan kesetiaan! Jangan pula khawatir, upah surgawi menanti anda! Bukankah malaikat-malaikat di surga [Luk.15:7,10] bersorak-sorai kalau ada seorang masuk kedalam pertobatan? Atau dilepaskan dari kuasa jahat?

5.6. SERING-SERINGLAH BERPUASA

Berpuasa adalah persiapan yang baik untuk pelayanan pelepasan. Daripada kekurangan persiapan (mungkin dicederai kuasa Iblis) jauh lebih baik persiapan berlebih. Penelitian isi Matius pasal-6 menunjukkan bahwa berpuasa adalah salah satu kewajiban pengikut Yesus! Semakin perlu lagi bagi mereka yang melakukan pelayanan-pelepasan! Dalam pekerjaan duniawi (suatu pesta, misalnya), persiapan berlebih (misalnya makanan berlebihan) akan terbuang sia-sia. Tetapi didalam pekerjaan rohani, persiapan-berlebih tidak akan sia-sia, melainkan 'makan kedalam', kita beruntung, tambah intim pergaulan dengan Tuhan Yesus dan tambah kudus!

5.7. PUSATKAN PERHATIAN

Jangan biarkan perhatian anda dialihkan dari pelayanan (oleh demonstrasi kehebatan Iblis), tetapi pusatkan selalu perhatian kepada dua hal: pelayanan itu sendiri dan petunjuk/hikmat dari Roh Yesus. Untuk itu, tetaplah berkomunikasi dengan Pemimpin satu-satunya, Tuhan Yesus [Mat.23:10], teruslah berdoa di dalam batin!

5.8. TELUSURI JALUR MASUK KUASA GELAP

Pada suhu rohani (pasien) yang tidak terlalu tinggi, telusurilah jalur masuknya kuasa gelap, waktunya, masuk melalui bagian tubuh mana, pantangannya, dsb. Namun jangan mau dihanyutkan oleh cerita berkepanjangan dan berputar-putar.

5.9. PELIHARA SUHU-ROHANI YANG TINGGI

Suhu-rohani yang tinggi pada 'Pasien' mengakibatkan setan didalam dirinya merasa tersiksa, sehingga setan memilih meninggalkan tubuh itu, sampai-sampai ia rela mengungkapkan rahasia persembnyiannya, agar ia diusir pergi dan bebas dari siksaan itu. Namun jangan terkecoh: setan yang kuat dan bandel akan menipu dan bertingkah bermacam-mcam sehingga konsentrasi si pelayan buyar dan suhu rohani akan turun, tekanan terhadap setan menurun pula. Jadi: pelihara lah suhu-rohani yang tinggi itu.

Pemeliharaan atau peningkatan suhu rohani dilakukan dengan pembacaan atau penyampaian Firman Tuhan, lagu puji-pujian, dengan bantuan team doa, tetapi sangat efektif melalui penyembahan khusuk 'di dalam roh dan kebenaran' [Yoh.4:23-24]!

5.10. BENDA-IBLIS: DIKELUARKAN ATAU DIKUDUSKAN?

Benda Iblis yang masuk kedalam tubuh pasien tidak mutlak harus kelaur lagi dalam bentuk yang sama! Dengan segala kerendahan hati, serahkanlah keputusannya kepada Tuhan Yesus, apakah harus dikeluarkan lagi! Bagi tuhan tidak ada yang mustahil dan biarlah kehendakNya yang jadi [Mrk.14:36]. Bagi Yesus tidak sulit untuk mengkuduskan benda Iblis yang paling najis dan busuk, atau mengeluarkannya dengan cara yang tidak menyiksa.

5.11. JANGAN MENGHAKIMI! [Mat.7:1]

Penghakiman adalah hak Tuhan Yesus sendiri! Oleh sebab itu jangan memerintahkan setan ke sana atau ke sini! Dari kita cukup pernyataan: "Pergi kamu menghadap Tuhan Yesus untuk beroleh penghakiman disana!" Jangan juga menyiksa setan dengan: "Saya ikat dan saya bakar kamu didalam lautan belerang" Kedengarannya Alkitabiah, namun kurang tepat kala usetan disiksa sebelum waktu yang ditentukan Tuhan [Mat.8:29].

5.12 JANGAN 'MENEMBAK' DUKUN-DUKUN!

Demikian pula halnya dengan dukun-dukun yang dahulu menangani 'Pasien' atau yang merasa sekarang mungkin mengguna-gunai kita! Kita tidak berhak menghakimi mereka. Sejahat-jahatnya dukun, ia adalah musuh kita, yang harus:

KITA KASIHI DAN DOAKAN AGAR DIBERKATI TUHAN YESUS!
[Mat.5:44-45]

Jangan 'menembak' dukun dengan memerintahkan kepada setan: "Pergi kamu kepada tuanmu, kamu boleh bekerja disana!" Perintah ini berarti memberi hak kepada setan untuk menggocoh sidukun dan ia mungkin jatuh sakit, muntah darah, bahkan dapat mati dihajar oleh setannya sendiri! Juga, menembak seorang dukun akan mengakibatkan kita kehilangan (sementara) status 'anak Tuhan' [Mat.5:45] dan kalau tidak dipertobatkan, hal ini cukup untuk terkena gocohan Iblis, kena santet, misalnya. Jadi, jangan bertingkah mahakuasa; jangan sakiti musuh kita!

5.13. KONTAK FISIK TIDAK PENTING

Kontak fisik dengan pasien sedapat-dapatnya harus dikurangi! Setan adalah roh, jadi ia tak merasakan tekanan-tekanan fisik. Yang bakal menderita adalah pasien, manusia itu! Sekali lagi diingatkan disini, pasien yang kesurupan dapat kembali kesadarannya untuk satu detik, misalnya. Jadi jangan melakukan colokan, pijitan, jambak, menerpa jidat pasien atau lainnya. Itu adalah cara dukun berpraktek! Anda akan hanyut dalam tindakan-tindakan fisik dan satu waktu dapat terjerumus mencederai pasien. Iblis akan menyeringai puas kalau ini terjadi. Malahan mungkin terjadi anda sudah dirasuki roh pencidera (sadist)! Mintalah pelayanan hamba Tuhan! Kekudusan kita perlu semakin ditingkatkan! Pada tingkat kekudusan yang tinggi, setiap setan, dengan satu perintah akan terusir untuk selamanya! Tidak perlu colak, colek dan colok!

5.14. JANGAN MEMATUHI SETAN

Nanti anda menjadi hamba-setan! Satu-dua kali permintaan setan yang tidak-prinsipiil (melalui ucapan pasien) yang tidak merusak iman atau kekudusan serta berguna bagi pelayanan, boleh dipenuhi. Tetapi kalau sampai tiga-kali, anda menjadi hamba Iblis! Karena anda patuh terus, Iblis mungkin beroleh izin Tuhan untuk menggocoh anda!

5.15. PERLUKAH BERDOA DALAM BAHASA-LIDAH?

Adakah keistimewaan berdoa dalam Bahasa-lidah? sebagian hamba memiliki bahasa-lidah, sebagian lagi tidak. Khusus didalam pelayanan pelepasan, yang memegang peranan terpenting adalah karunia/kuasa usir-setan, bukan karunia bahasa-lidah; karena setan (roh) tidak memiliki mulut dan telinga untuk berkomunikasi, maka bahasa-lidah bukan merupakan keunggulan disini!

Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa Iblis berkomunikasi dengan membaca pikiran manusia yang terbuka baginya yakni pikiran orang-orang yang belum kudus atau yang memiliki jalur komunikasi dengan Iblis. Tetapi pikiran orang-orang yang tidak punya jalur komunikasi dengan Iblis, yang sudah dikuduskan oleh Kuasa Yesus, tidak terbaca oleh setan! Setan hanya mampu membaca pikiran hamba Tuhan jika dibukakan oleh Roh Yesus. Bukankah pelayan-pelayan pelepasan selalu berdoa mohon dibungkus oleh Darah Yesus? Jadi, hamba Tuhan semacam ini mampu berkomunikasi dengan Tuhan Yesus dan doanya tidak didenganr setan, karena diblokir oleh bungkus Roh Yesus. Doanya langsung didengar dan dikabulkan Tuhan Yesus (karena yang diminta adalah sesuatu yang berkenan di hati Tuhan!)

0 comments: